Pencarian
Banner
Sinta Risteke-Jurnal
Login Member
Username:
Password :
Statistik

Total Hits : 13125
Pengunjung : 3827
Hari ini : 3
Hits hari ini : 44
Member Online : 16
IP : 18.232.147.215
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
25 April 2019
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Strory Of Darul Kamal NW Kembang Kerang

Tanggal : 02/07/2018, 13:33:33, dibaca 107 kali.

Yayasan Darul Kamal An-Nur biasa disingkat YDKA merupakan sebuah lembaga yang secara ruang lingkup kecil bergerak untuk masyarakat desa Kembang Kerang Daya Lombok Timur. Yayasan ini dibentuk untuk berbagai tujuan, diantaranya untuk tujuan keagamaan, pendidikan dan sosial. Yang paling eksis hingga saat ini pengaruhnya dalam bidang Pendidikan-Keagamaan yakni Pondok Pesantrennya, Pondok Pesantren Darul Kamal.

Yayasan yang berpusat di Desa Kembang Kerang Daya ini didirikan pada tahun 1406 H /1985 M, dari sinergi upaya tokoh-tokoh masyarakat yang dipimpin oleh TGH. M. Ruslan Zain.

Sejarah terbentuknya pun cukup historis. TGH. Ruslan sendiri selaku penggagas sebelumnya tidak pernah membayangkan akan mewujudkan sesuatu yang luar biasa ini mengingat berbagai kekurangan. Setibanya di kampung halaman dari petualangan mencari ilmu di Makkah Al-Mukarramah, beliau langsung terjun mengabdi untuk umat, namun sekedar tarbiyah bil hal yaitu mendidik masyarakat kampung halamannya melalui perbauran sehari-hari, hanya sesekali membentuk pengajian kecil-kecilan yang hanya dihadiri sedikit jamaah, lebih tepat disebut muzakarah.

Dari apa yang beliau amati sendiri melalui terjun ke lapangan secara langsung selama bertahun-tahun, beliau melihat apa yang terjadi di masyarakat dalam beribadah dan bermu’amalah masih banyak yang perlu diperbaiki. Lambat laun pula, jamaah pengajian yang semulanya sedikit semakin membeludak hingga tak dapat menampung ruangan di rumahnya. Atas dasar itulah tercetus ide untuk mengkonstruksi masyarakat lewat aksi yang lebih nyata yaitu membangun Pondok Pesantren.

Gayung bersambut, masyarakat di sekitarpun memang sudah menaruh ekspektasi yang sangat besar pada sosok kharismatik TGH. Ruslan untuk membina dan memimpin mereka, mengingat bekal ilmu yang telah didapatkan dari belajar langsung pada Ulama-ulama Tanah Suci sudah cukup untuk dibumikan. Lebih-lebih guru beliau Maulana Syaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid yang sealmamater dari Madrasah As-Shaulatiyah tak hentinya mendorong bahkan menekan setiap alumni As-Shaulatiyah mendengar harapan masyarakat untuk dibimbing karena memang itu tanggung jawab Ahlul ‘ilmi.

Langkah pertama yang dilakukan untuk memulai membangun adalah meminta do’a restu kepada guru beliau Syaikh Isma’il Utsman Zain Al-Yamani, Ulama’ besar yang menjadi guru tercinta dan membentuk karakter beliau selama berada di Makkah. Syaikh sangat bergembira mendengar rencana sang murid, dengan kemurahannya Syaikh Isma’il menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membantu proses pembangunan. Dana itu cukup untuk membebaskan lahan sebagai area pembangunan. *Hingga saat ini, ketika DR. Syaikh Muhammad putera Syaikh Isma’il berkunjung ke PP. Darul Kamal, TGH. Ruslan mengatakan Syaikh mendatangi tanahnya sendiri yang dulu dibebaskan dengan dana dari ayahandanya.*

Bahkan tak ternyana, Syaikh Isma’il datang jauh-jauh dari Makkah bersama Syaikh Zainuddin Abdul Madjid dari Pancor berkunjung langsung ke Kembang-Kerang untuk peletakan batu pertama pembangunan Madrasah yang menjadi cikal bakal YDKA-PPDK. Melalui kesempatan itu, Syaikh mengatakan kepada muridnya “Madrasahmu pasti jadi!”. Ditengah keraguan dengan segala keterbatasan kemampuan, kalimat yang keluar dari mulut syaikh amat sakti bagi TGH. Ruslan untuk menabahkan hati dan membulatkan tekad melanjutkan niatnya.

Atas Rahmat Allah, berkat do’a Ulama’, dan juga bantuan materil dan moril yang terbilang besar dari masyarakat, dari waktu ke waktu yang tak terlalu lama, perkembangan YDKA sangat pesat dari segi pembangunannya. Banyak lembaga yang dikelola dan Alhamdulillah memberi dampak positif yang masif bagi umat.

• Bidang Agama
Dalam bidang inilah YDKA memprioritaskan misinya. Masyarakat yang menjadi garapan dakwah, dari awalnya memang rata-rata pemeluk agama Islam, namun dalam mempraktikkan syariat agamanya masih setengah-setengah. Bahkan banyak dari kalangan terpelajar karena merasa ilmunya dan ibadahnya sudah banyak maka pantas untuk berhenti beribadah, banyak yang menganggap ibadah sunnah seperti dzikir ribuan kali (penganut thariqat yang keliru) lebih penting daripada ibadah wajib seperti shalat fardlu lima waktu.
Dengan berhati-hati YDKA bergerak menuntun masyarakat yang masih dalam kondisi tersebut untuk beragama yang benar dengan menjalankan syariat agama yakni rukun islam yang tak bisa ditawar-tawar kewajibannya, serta sedikit demi sedikit mengikis pemahaman yang keliru. Budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam banyak dihilangkan, seperti adat tradisi Nyondolan yang sudah mengakar kuat pada masyarakat sasak resmi diharamkan di Desa Kembang Kerang sejak tahun 2009 karena menimbang lebih banyak mafsadatnya.
Melalui majelis ta’lim rutin, yaitu pengajian Malam Jum’at, pengajian Pagi Senin, pengajian Muslimat Sore Selasa dan dalam kesempatan lain, Alhamdulillahi katsira’, YDKA telah membentuk masyarakat yang religius taat beragama, menjunjung tinggi nilai islami dalam mejalani kehidupan.
• Pendidikan
Keterbelakangan taraf hidup masyarakat hingga era 90-an paling besar disebabkan karena keterbelakangan dalam sektor pendidikan. Itu karena kondisi ekonomi rendah dan jarak tempuh jauh ke sekolah seolah menjadi pagar besi bagi anak untuk meneguk ilmu, maka hanya golongan kaya dan memiliki semangat tinggi saja yang bisa mengecap pendidikan.
Dengan madrasah yang berdiri di kampung sendiri, serta biaya ekonomis sesuai kemampuan masyarakat, YDKA menjadi solusi yang menjawab isu kesulitan pendidikan dan membebaskan generasi muda dari belenggu kebodohan yang telah lama memborgol.
Di Pondok Pesantren, para santri ditempa menjadi peribadi yang memegang teguh prinsip agama, adaftif dengan perkembangan zaman namun memfilter apa yang tidak bernafaskan ajaran Rasulullah ﷺ, menjaga moral (akhlakul karimah), bukannya tergerus derasnya arus perkembangan zaman yang dicemari oleh budaya barat Yahudi dan Nashrani. Hingga kelak setelah besar, mereka mampu meneruskan estafet dakwah, menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Sejauh ini beberapa lembaga pendidikan formal yang bernaung dibawah payung Darul Kamal,
1. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Darul Kamal NW berdiri tahun, 2007
2. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) al-Mustaqiem NW Kedatuk tahun 2009
3. Taman Kanak- Kanak (TK) Darul Kamal NW berdiri tahun 1999
4. Bustanul Athfal al-Mustaqiem Kedatuk berdiri tahun 2009
5. Madrasah Ibtidaiyah NW 01 Kembang Kerang didirikan 1969 (Status Terakreditasi A: 20012)
6. Madrasah Ibtidaiyah NW 02 Kembang Kerang didirikan 1992 (Status terakreditasi B: 2012)
7. Madrasah Tsanawiyah NW 01 Kembang Kerang didirikan 1984 (Status Terakreditasi A: 2009)
8. Madrasah Tsanawiyah NW 02 Kembang Kerang didirikan 1996 (Status Terakreditasi B)
9. Madrasah Aliyah NW Kembang Kerang didirikan tahun 1987 (Status Terakreditasi A: 2012)
10. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Darul Kamal NW Kembang Kerang didirikan tahun 2007 (Status Terakreditasi B: 2012)
11. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW tahun 2007 (Status Terakreditasi C: 2011)
• Bidang Sosial Ekonomi
Disamping mendidik keberagamaan dan intelektual, YDKA juga mempunyai tujuan utama memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat yang tinggi angka kemiskinannya. Tentunya yang terutama mengajak masyarakat mencari rezeki melalui jalur yang halal, praktek haram seperti riba, penipuan, penimbunan harus dihilangkan, persaingan dalam berusaha harus dilakukan secara sehat tidak boleh saling sikut menyikut seperti halnya kapitalis.
YDKA membuat KOPONTREN yang bisa meminjamkan modal usaha, menyediakan benih dan pupuk murah untuk pertanian.
Secara tidak langsung Pondok Pesantren juga memberi pengaruh yang sangat besar membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk.
• Bidang Kesehatan
Adanya poskestren yang melayani masalah kesehatan masyarakat. Masyarakat dididik menerapkan gaya hidup sehat ala Nabi ﷺ seperti dengan menjaga kebersihan, karena penyebab penyakit yang banyak menjangkit seringkali disebabkan karena lingkungan dan gaya hidup yang tidak bersih.

Namun perlu di Ctrl-U (digarisbawahi), perjuangan belum selesai, masih begitu banyak kompleksitas yang perlu dijawab melalui yayasan ini. Semoga Allah SWT memuluskan niat kita Li’i’lái kalimatihi, wa a’izzal isláma wal muslimín.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas